Salahnya adalah...
Beberapa hari belakangan gw gelisah. Hmmm... Kenapa ya?
Ternyata ini jawabannya..
Hari ini gw melihat sesuatu.. Yah, sedikit kecewa sih, tapi ga mau ambil pusing lah..
Karena, dengan hal itu gw tau letak kesalahan gw.
Selama ini, gw bekerja atas hal tersebut tapi lupa mendoakannya. Gw berusaha, tapi seakan-akan kekuatan gw aja cukup. Kaya kacang lupa kulit. Bodoh ya.. Pantes aja hasilnya kaya gini kan? wkwkwk...
Okelah, berusaha dari awal :D
Mangat yok mangat!!
dengan menyesal dan kembali mencoba,
-Stefany-
Sabtu, 30 Maret 2013
Minggu, 17 Maret 2013
Bersyukur
Postingan ini gw tulis hari minggu pulang gereja jam 21.44 *iya fan iya*
Terus kaliamat pertamanya udah sekian kali diganti, diapus, tulis lagi, diapus, tulis lagi, diapus, tulis lagi, dan begituuu terus tanpa sadar gw emang ga tau mau nulis apa dan bahkan judulnya aja belom ada sampai akhirnya gw mamutuskan untuk posting tentang bersyukur.
Sekian. *digampar masa*
Hehe... Engga ko ga sekian. Gw emang mau sharing. Gw mau bagi-bagi pemikiran gw belakangan ini. Berhubung beberapa hari sebelum postingan ini gw sering ga tidur *dipelototin imel efi*, ada beberapa hal yang terbesit, terbeset, terseret, terlintas, terpintas, itulah itu di kepala gw. *sip fan sip*
Yang pertama, gw melihat sekeliling gw penuh dengan manusia yang sedang berfikir. Berfikir yang benar-benar difikirkan maksudnya. Bukan sekedar mikir "gw mau makan" *makan mulu* atau "Ah, mikir ah". Yang pasti sesuatu yang serius yang harus dipikirkan. Lalu, sedikit banyak hal itu berkaitan satu sama lain.
Lalu gw berfikir kenapa ya, hidup penuh sama masalah? Kenapa harus ada masalah? Apa sih peran si masalah sebenernya?
Yah, akhirnya gw menyimpulkan sendiri berdasarkan pemikiran tulalit gw~
Gw menyimpulkan sesuatu yang berkesimpulan:
Masalah itu bagian dari hidup kita yang membuat hidup kita tersebut lebih dinamis. Selayaknya garis lengkung. Bayangin deh kalo hidup cuma ada garis lurus. Ga akan ada bola.. Dan itu berarti ga akan ada PES maupun FIFA teman-temaaan... Ga ada lensa kamera juga.. Ga ada vibra suara juga.. Yap!! ga ada suara. Karna bunyi timbul dari gelombang, dan kalo itu lurus namanya bukan gelombang.
Masalah itu hal yang menempa kita. Saat kita jatuh dan terjebak sebuah masalah, naluri bertahan hidup kita pasti akan mencari cara keluar masalah tersebut. Hanya saja terkadang ego dan perasaan menghalanginya. Dan salah-salah kita bisa saja menangkap tali dari iblis yang menarikmu dari lubang tapi menjebloskanmu ke lubang yang lebih dalam. Tapi berbeda dengan orang yang mau berusaha dan belajar dari keadaan. Dia akan mengenali lingkungannya mempelajarinya dan berhasil keluar dari lubang tersebut dengan usaha. maka, sewaktu-waktu ia jatuh lagi, ia kenal dan akan mulai keluar dari lubang itu.
Dari sana akan timbul sebuah pembelajaran. Semakin sulit asalah yang dihadapi semakin banyak pembelajaran yang kita dapat. Maka semakin kuat karakter kita. Tinggal bagaimana kita menghadapi dan menanggapi masalah tersebut. Memilih yang mana....
Tapi banyak dari kita yang ga ngerti sama hal itu. Bukannya bersyukur dikasih training dan pelatihan, kita malah mengeluh dan mempersalahkan Tuhan. Apa sih yang bikin kita sampe seakan mau mati? Seakan-akan masalah itu bikin dunia kiamat? Dan bikin Tuhan salah? Dan bikin kita ga bersyukur? Sebesar apa sih masalahmu?? masalahku??? *nadanya 3 oktaf naik naik* wkwkwk...
Teman, apapun masalah kita, yuk kita hadapi. Kalau gagal, berarti BELUM berhasil. Bukan berarti akan gagal selamanya kan? Mukin keberhasilannya bukan di situ... hehehe...
Liat kaca tersenyumlah, pikirkan hal apa yang bisa bikin kita tersenyum...
Masih bisa bangun pagi. masih dikasih kesempatan buka mata dan melihat dunia. Diberi kesempatan buang air *ini penting.. bayangin kalo ga bisa*. Kesempatan buat bersin. Kesempatan nengok kiri kanan. Ketemu temen. Punya temen. Udara yang masih bisa dihirup. Langit senja yang orange ungu lucu. Bintang di langit. dan masih banyak hal yang bisa bikin kita beryukur.
Tersenyumlah, dan katakan semangat pada diri sendiri. keyakinan melahirkan kekuatan.
Nite,
-Stefany-
Terus kaliamat pertamanya udah sekian kali diganti, diapus, tulis lagi, diapus, tulis lagi, diapus, tulis lagi, dan begituuu terus tanpa sadar gw emang ga tau mau nulis apa dan bahkan judulnya aja belom ada sampai akhirnya gw mamutuskan untuk posting tentang bersyukur.
Sekian. *digampar masa*
Hehe... Engga ko ga sekian. Gw emang mau sharing. Gw mau bagi-bagi pemikiran gw belakangan ini. Berhubung beberapa hari sebelum postingan ini gw sering ga tidur *dipelototin imel efi*, ada beberapa hal yang terbesit, terbeset, terseret, terlintas, terpintas, itulah itu di kepala gw. *sip fan sip*
Yang pertama, gw melihat sekeliling gw penuh dengan manusia yang sedang berfikir. Berfikir yang benar-benar difikirkan maksudnya. Bukan sekedar mikir "gw mau makan" *makan mulu* atau "Ah, mikir ah". Yang pasti sesuatu yang serius yang harus dipikirkan. Lalu, sedikit banyak hal itu berkaitan satu sama lain.
Lalu gw berfikir kenapa ya, hidup penuh sama masalah? Kenapa harus ada masalah? Apa sih peran si masalah sebenernya?
Yah, akhirnya gw menyimpulkan sendiri berdasarkan pemikiran tulalit gw~
Gw menyimpulkan sesuatu yang berkesimpulan:
Masalah itu bagian dari hidup kita yang membuat hidup kita tersebut lebih dinamis. Selayaknya garis lengkung. Bayangin deh kalo hidup cuma ada garis lurus. Ga akan ada bola.. Dan itu berarti ga akan ada PES maupun FIFA teman-temaaan... Ga ada lensa kamera juga.. Ga ada vibra suara juga.. Yap!! ga ada suara. Karna bunyi timbul dari gelombang, dan kalo itu lurus namanya bukan gelombang.
Masalah itu hal yang menempa kita. Saat kita jatuh dan terjebak sebuah masalah, naluri bertahan hidup kita pasti akan mencari cara keluar masalah tersebut. Hanya saja terkadang ego dan perasaan menghalanginya. Dan salah-salah kita bisa saja menangkap tali dari iblis yang menarikmu dari lubang tapi menjebloskanmu ke lubang yang lebih dalam. Tapi berbeda dengan orang yang mau berusaha dan belajar dari keadaan. Dia akan mengenali lingkungannya mempelajarinya dan berhasil keluar dari lubang tersebut dengan usaha. maka, sewaktu-waktu ia jatuh lagi, ia kenal dan akan mulai keluar dari lubang itu.
Dari sana akan timbul sebuah pembelajaran. Semakin sulit asalah yang dihadapi semakin banyak pembelajaran yang kita dapat. Maka semakin kuat karakter kita. Tinggal bagaimana kita menghadapi dan menanggapi masalah tersebut. Memilih yang mana....
Tapi banyak dari kita yang ga ngerti sama hal itu. Bukannya bersyukur dikasih training dan pelatihan, kita malah mengeluh dan mempersalahkan Tuhan. Apa sih yang bikin kita sampe seakan mau mati? Seakan-akan masalah itu bikin dunia kiamat? Dan bikin Tuhan salah? Dan bikin kita ga bersyukur? Sebesar apa sih masalahmu?? masalahku??? *nadanya 3 oktaf naik naik* wkwkwk...
Teman, apapun masalah kita, yuk kita hadapi. Kalau gagal, berarti BELUM berhasil. Bukan berarti akan gagal selamanya kan? Mukin keberhasilannya bukan di situ... hehehe...
Liat kaca tersenyumlah, pikirkan hal apa yang bisa bikin kita tersenyum...
Masih bisa bangun pagi. masih dikasih kesempatan buka mata dan melihat dunia. Diberi kesempatan buang air *ini penting.. bayangin kalo ga bisa*. Kesempatan buat bersin. Kesempatan nengok kiri kanan. Ketemu temen. Punya temen. Udara yang masih bisa dihirup. Langit senja yang orange ungu lucu. Bintang di langit. dan masih banyak hal yang bisa bikin kita beryukur.
Tersenyumlah, dan katakan semangat pada diri sendiri. keyakinan melahirkan kekuatan.
Nite,
-Stefany-
Jumat, 08 Maret 2013
krik
Saat itu angin terasa hidup
Tiap detik menyimpan momen yang berbeda
Tiap tawa dan bahagia terasa merangkul masing-masing jiwa
Teman, aku rindu..
Entah, maungkin hanya aku yang rindu..
Aku yang duduk diam, di keramaian
Aku yang tertidur lelap dalam malam
Begitu rindu..
Terlalu banyak yang kumau..
Ya.. terlalu banyak..
Semoga, aku bisa memperbaiki sayap-sayap patah
Sekalipun ruang dan waku terlihat membantah
-seorang bodoh yang menanti kegilaan
Tiap detik menyimpan momen yang berbeda
Tiap tawa dan bahagia terasa merangkul masing-masing jiwa
Teman, aku rindu..
Entah, maungkin hanya aku yang rindu..
Aku yang duduk diam, di keramaian
Aku yang tertidur lelap dalam malam
Begitu rindu..
Terlalu banyak yang kumau..
Ya.. terlalu banyak..
Semoga, aku bisa memperbaiki sayap-sayap patah
Sekalipun ruang dan waku terlihat membantah
-seorang bodoh yang menanti kegilaan
Rabu, 27 Februari 2013
Rasanya Perih
Hai semuanya, gw mau numpang curhat.. haha.. bosen ya? yasudah ga usah baca..
Pertama, gw pengen punya satu blog lagi. Blog tempat gw bisa bilang semuanya tanpa disaring, diperhalus, diayak, dan dididididi lainnya. Tau kenapa? Karena gw mau seolah-olah gw nulis dibaca seantero dunia, semua tau, tapi kenyataannya itu cuma perasaan gw. Gw mau yang kaya gitu.
Kedua, gw mau bilang, buat yang ngerasa tersinggung di postingan gw kali ini gw minta maaf. Serius deh, postingan ini bukan bermaksud buat nyindir. Dan lo 100% ga salah. Ga ada yang salah. Cuma gw, intinya itu ya gw... Kalaupun salah, ya gw..
Ketiga, ini dia ceritanya...
Tadi, waktu pulang sekolah, gw mendapati diri gw memang sanagt bodoh. Apapun itu alasannya, gw bodoh. Gw tau dan sangat sadar akan hal itu, maka, gw menghibur diri. Gw melakukan hal apapun yang bisa bikin diri gw sendiri tertawa. Ironis. Ya, buka demi orang lain, tapi demi diri gw sendiri. Lalu, gw tertawa untuk menegaskan bahwa gw INGIN semua baik-baik saja. Hal paling buruk sedunia gw adalah melihat kalian tidak tersenyum. Dan gw yang sekarang, tidak cukup cerdik untuk membuat kalian tertawa.
Yah, setelah beberapa kejadian yang cukup bikin gw lelah, terjadilah pembicaraan singkat. Antara gw dengan seseorang (serius, ga maksud nyindir). Singkatnya, berawal dari pembahasan wasap. Yah, grup wasap emang rame. dan gw adalah salah satu faktor yang bacot. Gw juga setuju dengan anggapan bahwa wasap itu bala banget buat orang yang mau ulangan. Berisik banget! Ganggu belajar tau!! gitu katanya. Untuk yang satu itu sih biasa aja. Udah bebel ama yang begituan. wkwkwk~
Yang berbeda baru setelah itu. Entah pembicaraan itu jalan dari mana ke mana. Entah apa yang membawa pembicaraan itu ke arah sana. tapi tiba-tiba dia bilang bahwa sebenernya dia ga mau ikut-ikutan, intinya ga mau dibawa-bawa. Hmmm... Harusnya, gw biasa aja sama hal kaya gitu. Tapi, ada yang beda. waktu kata-kata itu diproses dari kuping ke otak gw ada yang perih. Di dalem, kaya ada luka yang digaruk paksa. Nyesek. Gw kenal kata-kata itu. Dulu pernah kaya gini. Rasanya, gw mau ngilang. Gw tetep mencoba biasa aja, apalagi ga lucu banget kalo tiba-tiba gw ngambek kan. Gw coba buat bercanda, ternyata kata-kata yang nyusul makin nampol. Otak gw ga bisa berfikir jernih. Hahaha.. Lebay Yup! Lebay. Sekali lagi, bukan salah orangnya. *terus yang salah apaaa??*
Dulu, pernah perih kaya gini. Bukan karna dia ngomong gitu. Tapi karna kata-kata itu mengingatkan gw. Menyadarkan gw lebih tepatnya. Saat gw ngerasa punya orang-orang hebat yang jadi malaikat, gw jadi terlalu manja. Memposisikan mereka di tempat yang ga nyaman. Membuat mereka sulit. Harusnya emang gw sadar, ga seharusnya mereka tau. Cukup gw! BODOH.... Harusnya cukup gw. Gw kalap. Hahaha... Waktu denger itu rasanya kaya ditampol, gw selama ini merasa nyaman di atas ketidaknyamanan mereka. Sumah, waktu sadar, mata gw panas. Gw mau pergi dari tempat itu sejauh-jauhnya. Bukan karna gw marah atau ngambek. Tapi nyesek, dan mau nangis. Ga bisa nangis depan kalian. Hahaha... Jadi, gw nyari angin, jalan-jalan, dan ga siap untuk bertatap muka.
Gw cuma takut, pikiran gw selama ini terlalu muluk.
Maaf,
-Stefany-
Pertama, gw pengen punya satu blog lagi. Blog tempat gw bisa bilang semuanya tanpa disaring, diperhalus, diayak, dan dididididi lainnya. Tau kenapa? Karena gw mau seolah-olah gw nulis dibaca seantero dunia, semua tau, tapi kenyataannya itu cuma perasaan gw. Gw mau yang kaya gitu.
Kedua, gw mau bilang, buat yang ngerasa tersinggung di postingan gw kali ini gw minta maaf. Serius deh, postingan ini bukan bermaksud buat nyindir. Dan lo 100% ga salah. Ga ada yang salah. Cuma gw, intinya itu ya gw... Kalaupun salah, ya gw..
Ketiga, ini dia ceritanya...
Tadi, waktu pulang sekolah, gw mendapati diri gw memang sanagt bodoh. Apapun itu alasannya, gw bodoh. Gw tau dan sangat sadar akan hal itu, maka, gw menghibur diri. Gw melakukan hal apapun yang bisa bikin diri gw sendiri tertawa. Ironis. Ya, buka demi orang lain, tapi demi diri gw sendiri. Lalu, gw tertawa untuk menegaskan bahwa gw INGIN semua baik-baik saja. Hal paling buruk sedunia gw adalah melihat kalian tidak tersenyum. Dan gw yang sekarang, tidak cukup cerdik untuk membuat kalian tertawa.
Yah, setelah beberapa kejadian yang cukup bikin gw lelah, terjadilah pembicaraan singkat. Antara gw dengan seseorang (serius, ga maksud nyindir). Singkatnya, berawal dari pembahasan wasap. Yah, grup wasap emang rame. dan gw adalah salah satu faktor yang bacot. Gw juga setuju dengan anggapan bahwa wasap itu bala banget buat orang yang mau ulangan. Berisik banget! Ganggu belajar tau!! gitu katanya. Untuk yang satu itu sih biasa aja. Udah bebel ama yang begituan. wkwkwk~
Yang berbeda baru setelah itu. Entah pembicaraan itu jalan dari mana ke mana. Entah apa yang membawa pembicaraan itu ke arah sana. tapi tiba-tiba dia bilang bahwa sebenernya dia ga mau ikut-ikutan, intinya ga mau dibawa-bawa. Hmmm... Harusnya, gw biasa aja sama hal kaya gitu. Tapi, ada yang beda. waktu kata-kata itu diproses dari kuping ke otak gw ada yang perih. Di dalem, kaya ada luka yang digaruk paksa. Nyesek. Gw kenal kata-kata itu. Dulu pernah kaya gini. Rasanya, gw mau ngilang. Gw tetep mencoba biasa aja, apalagi ga lucu banget kalo tiba-tiba gw ngambek kan. Gw coba buat bercanda, ternyata kata-kata yang nyusul makin nampol. Otak gw ga bisa berfikir jernih. Hahaha.. Lebay Yup! Lebay. Sekali lagi, bukan salah orangnya. *terus yang salah apaaa??*
Dulu, pernah perih kaya gini. Bukan karna dia ngomong gitu. Tapi karna kata-kata itu mengingatkan gw. Menyadarkan gw lebih tepatnya. Saat gw ngerasa punya orang-orang hebat yang jadi malaikat, gw jadi terlalu manja. Memposisikan mereka di tempat yang ga nyaman. Membuat mereka sulit. Harusnya emang gw sadar, ga seharusnya mereka tau. Cukup gw! BODOH.... Harusnya cukup gw. Gw kalap. Hahaha... Waktu denger itu rasanya kaya ditampol, gw selama ini merasa nyaman di atas ketidaknyamanan mereka. Sumah, waktu sadar, mata gw panas. Gw mau pergi dari tempat itu sejauh-jauhnya. Bukan karna gw marah atau ngambek. Tapi nyesek, dan mau nangis. Ga bisa nangis depan kalian. Hahaha... Jadi, gw nyari angin, jalan-jalan, dan ga siap untuk bertatap muka.
Gw cuma takut, pikiran gw selama ini terlalu muluk.
Maaf,
-Stefany-
Selasa, 19 Februari 2013
Martin Luther King Jr.
Hari ini gw abis searching tentang beliau. Tentang semangatnya yang ga pernah padam buat menjayakan kaumnya. Beliau adalah seorang pendeta, aktivis HAM, dan seorang lelaki sejati.
Quotes yang gw suka dari Martin Luther King Jr. adalaah.....
1) Pendeta
Ya, beliau memang seorang pendeta yang tentunya mengabarkan kabar keselamatan. Beliau terkenal ramah dan disenangi banyak orang. Seorang pendeta yang baik, yang mampu mentransfer visi Allah dalam hidupnya.
2) Aktivis HAM
Selain seorang yang ramah, beliau juga merupakan pribadi yang tegas. Pribadi yang bersikukuh mempertahankan argumennya mengenai kesamaan Hak Asasi Manusia. Beliau juga menentang dengan keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh warga Amerika. Kaum pemuda kulit hitam sendiri sempat menjauhi dan memusuhi beliau, tapi di tengah gencatan banyak pihak beliau tetap berjuang mempertahankan komitmennya mewujudkan kesamarataan Hak Asasi Manusia dan menegakkan perdamaian. Dia pun menerima hadiah Nobel perdamaian.
3) Lelaki Sejati
Hmm.... mungkin ada yang nanya, kenapa disebut lelaki sejati sih? gini yah.. Gw menyebu beliau lelaki sejati dikarenakan beliau memegang perkataan dan komitmennya. Sekalipun beliau harus dipenjara, beliau tetap memperjuangkan aksinya dengan berbagai cara. Beliau tidak hanya mengumbar kata-kata dan berteriak sana-sini, tetapi melaksanakan aksi boikot sebuah bis dengan tidak menggunakan kekerasan. Ini membuktikan bahwa Martin Luther king Jr. merupakan seorang lelaki sejati yang membuktikan komitmennya dan mampu berbuah di tengah dunia.Quotes yang gw suka dari Martin Luther King Jr. adalaah.....
"Darkness cannot drive out darkness; only light can do that. Hate cannot drive out hate; only love can do that."
"Faith is taking the first step even when you can't see the whole staircase."
"the time is always right to do the right thing"
"If you can't fly then run, if you can't run the walk, if you can't walk
then crawl, but whatever you do you have to keep moving forward."
Minggu, 17 Februari 2013
Is It Over Yet?
Ada perasaan yang ga bisa dibicarakan.
Ada tanggapan yang ga bisa diungkapkan.
Keinginan untuk berada di bawah. Keinginan untuk bangkit.
Setelah semuanya...
Apakah ini sudah berakhir?
Ada tanggapan yang ga bisa diungkapkan.
Keinginan untuk berada di bawah. Keinginan untuk bangkit.
Setelah semuanya...
Apakah ini sudah berakhir?
Sabtu, 02 Februari 2013
@psgtc
Warning: Ini postingan tijel, so enjoy it!
Berawal dari lolosnya gw masuk SMAN 1 Depok. Mulailah bececeran form pendaftaran eskul di tas gw. Mulai dari yang muter otak, sampe yang muter pita suara (?) Yah, akhirnya terpilihlah beberapa eskul yang mau gw tekunin. Karna termasuk orang yang kalo mikir kadang pake dengkul, akhirnya gw sok daftar banyak eskul.
Akhir kata semua berakhir naas. Hanya beberapa yang nyantol di hati. Diantaranya ya Rohkris dan GTC. Awal-awal mau jadi anggota GTC gw digiring sana-sini kemanakemari sama algojo. Dibawa ke satu ruang ke ruang lain. Gw dites nyanyi, tes baca partitur, tes pitch *benerga?*, sama wawancara. Seru.. Deg-degan. Awalnya ngeliat danil seperti.. hm... *gakepikiran*
Nah, latian pertama, gw ga bisa ikut LDSS, cuma ikut sebentaaaaar banget, dan abis itu nyeseeeel banget. Buat yang ga tau, LDSS itu "Latihan Dasar Seni Suara" hehehe... Kemudian gw diperhadapkan sama event pertama. Tujuh belas agustusan di smansa~ Dari awal emang udah djelasin kalo mau ikut gtc itu harus punya tekad dan komitmen yang kuat. Dan gw ngerasa.... ga masalah tuh :3 hihiw~
Bertahan sekian waktu, dan terus ditempa sama PSGTC ngebuat suara gw.. hmm.. lebih toa~ lebih baik~ dan lebih pede sepertinya. Bukan cuma itu, Danil yang berperan sebagai bapak GTC ngebuat kita ngerasa punya keluarga baru. Dan event IPB pun tiba. Kita belum juara di situ. Kita peringkat 4 dan 6 (ngirim 2 tim). Yah, menurut Danil sih, dia salah mengartikan keinginan juri. Tapi kita ga pernah nyalahin Danil ko. Usaha sama-sama, lomba sama-sama, dan kalah pun sama-sama. Yang penting kan pengalamannya...
Setelah itu.. Kembali berjuang untuk konser. Niat hati mau go international, tapi ada faktor yang belum memperbolehkan sepertinya. Masalah dateng. Gw sempet berfikir aneh-aneh *blush* Dan itu.. konyol... Hahaha. Akhirnya ditengah perjuangan untuk konser, PSGTC memutuskan untuk berdiri sendiri. Dan gw termasuk di dalamnya *bangga*. Konser itu, sangat lancar. Banyak tanggapan positif. Dapet banyak pujian. Dapet banyak komentar membangun. Dan dapet pelukan danil, hoho~
Yah, kayanya itu event terakhir, walau masih ada beberapa yang ga kesebut, tapi itu emang event terakhir. Itu puncak gw ada di antara mereka. PSGTC singer league. Ga akan pernah gw lupain kalian. haha.. Sepik ya keliatannya? Tapi emang cuma ngomong yang bisa gw lakuin, karna itu hal yang terbaik yang bisa gw bikin.
Sekarang, setelah konser, gw udah ga ikut PSGTC lagi. Bukan karena bosen, bukan karena males, bukan karena jelek juga, tapi karena masalah pribadi. Dan masih sangat-sangat ingin ada di sana.
Tapi Danil pernah bilang "jangan pernah berhenti nyanyi" dan gw anggep itu berarti: "walaupun ga gtc lagi, jangan pernah berhenti nyanyi"
dan kata-kata Danil yang masih sangat sering bikin gw terharu adalaaaah:
Berawal dari lolosnya gw masuk SMAN 1 Depok. Mulailah bececeran form pendaftaran eskul di tas gw. Mulai dari yang muter otak, sampe yang muter pita suara (?) Yah, akhirnya terpilihlah beberapa eskul yang mau gw tekunin. Karna termasuk orang yang kalo mikir kadang pake dengkul, akhirnya gw sok daftar banyak eskul.
Akhir kata semua berakhir naas. Hanya beberapa yang nyantol di hati. Diantaranya ya Rohkris dan GTC. Awal-awal mau jadi anggota GTC gw digiring sana-sini kemanakemari sama algojo. Dibawa ke satu ruang ke ruang lain. Gw dites nyanyi, tes baca partitur, tes pitch *benerga?*, sama wawancara. Seru.. Deg-degan. Awalnya ngeliat danil seperti.. hm... *gakepikiran*
Nah, latian pertama, gw ga bisa ikut LDSS, cuma ikut sebentaaaaar banget, dan abis itu nyeseeeel banget. Buat yang ga tau, LDSS itu "Latihan Dasar Seni Suara" hehehe... Kemudian gw diperhadapkan sama event pertama. Tujuh belas agustusan di smansa~ Dari awal emang udah djelasin kalo mau ikut gtc itu harus punya tekad dan komitmen yang kuat. Dan gw ngerasa.... ga masalah tuh :3 hihiw~
Bertahan sekian waktu, dan terus ditempa sama PSGTC ngebuat suara gw.. hmm.. lebih toa~ lebih baik~ dan lebih pede sepertinya. Bukan cuma itu, Danil yang berperan sebagai bapak GTC ngebuat kita ngerasa punya keluarga baru. Dan event IPB pun tiba. Kita belum juara di situ. Kita peringkat 4 dan 6 (ngirim 2 tim). Yah, menurut Danil sih, dia salah mengartikan keinginan juri. Tapi kita ga pernah nyalahin Danil ko. Usaha sama-sama, lomba sama-sama, dan kalah pun sama-sama. Yang penting kan pengalamannya...
Setelah itu.. Kembali berjuang untuk konser. Niat hati mau go international, tapi ada faktor yang belum memperbolehkan sepertinya. Masalah dateng. Gw sempet berfikir aneh-aneh *blush* Dan itu.. konyol... Hahaha. Akhirnya ditengah perjuangan untuk konser, PSGTC memutuskan untuk berdiri sendiri. Dan gw termasuk di dalamnya *bangga*. Konser itu, sangat lancar. Banyak tanggapan positif. Dapet banyak pujian. Dapet banyak komentar membangun. Dan dapet pelukan danil, hoho~
Yah, kayanya itu event terakhir, walau masih ada beberapa yang ga kesebut, tapi itu emang event terakhir. Itu puncak gw ada di antara mereka. PSGTC singer league. Ga akan pernah gw lupain kalian. haha.. Sepik ya keliatannya? Tapi emang cuma ngomong yang bisa gw lakuin, karna itu hal yang terbaik yang bisa gw bikin.
Sekarang, setelah konser, gw udah ga ikut PSGTC lagi. Bukan karena bosen, bukan karena males, bukan karena jelek juga, tapi karena masalah pribadi. Dan masih sangat-sangat ingin ada di sana.
Tapi Danil pernah bilang "jangan pernah berhenti nyanyi" dan gw anggep itu berarti: "walaupun ga gtc lagi, jangan pernah berhenti nyanyi"
dan kata-kata Danil yang masih sangat sering bikin gw terharu adalaaaah:
"We are family not by blood, but by bond"
Salam Kasih,
Stefany
Langganan:
Komentar (Atom)