Emang bener kalo kata orang, kemampuan itu ada karena diasah.
Udah lama banget ga nulis lho ini. Kenapa ya, rasanya jadi canggung.
Pernah ketemu sama mantan yang udah lama ga ketemu?
Gw sih belom pernah........ haha~
Tapi kayanya begitulah kira-kira rasanya.
Dulu, buat ungkapin gelisah, kalo kata teori yang gw pelajarin sekarang (drive reduction theory) buat mereduksi sebuah dorongan (dalam hal ini kegelisahan) maska saya akan menulis (atau paling tidak mengetik).
Bingung? sama. Ha-_-
Menulis itu, dulu udah kegiatan sehari-hari. Selain buat nugas, nulis juga biasa gw lakuin. Bahkan dulu gw menulis hal yang ga penting di tengah pelajaran. hahaha. Dasar pani-_-
Tapi, sekarang kata orang sih hobi yang kemakan kesibukan. Mau aktif nulis lagi ah. Masih mau jadi novelis.
Sekian cuap-cuap dari saya, permisi... Mau silaturahmi dulu sama mantan (baca: kegiatan tulis menulis)
Senin, 25 Mei 2015
Kamis, 04 Desember 2014
Katanya itu klise
Biarkanku memelukmu tanpa memelukmu
Mengagumimu dari jauh
Aku menjagamu tanpa menjagamu
Menyayangimu dari jauh
Mengagumimu dari jauh
Aku menjagamu tanpa menjagamu
Menyayangimu dari jauh
Bukan tak percaya diri
Karena aku tahu diri
Karena aku tahu diri
Bait lagunya, katanya klise.
Tapi lagunya ga salah ko..
Ada sebagian orang yang kalaupun dibilang bodoh
Mau liat orang lain tersenyum :)
"Aku mengucap syukur kepada Allahku, setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku,"
Filemon 1: 4
Selamat Pagi dunia~
Kamis, 06 November 2014
Buat aku, kita, dan mereka
Belakangan ngerasa ada di lingkungan yang mungkin menurut mereka, mereka ada di atas.
Lebih tinggi ataupun lebih baik dari yang lain, hanya karna yang dilakukan lebih sukses atau terlihat lebih mulia.
Menghindar dari ladang yang satu dan mendewakan ladang yang lain.
Seperti inikah seharusnya?
Belakangan mulai merasa banyak kemiripan di antara mereka.
Kesan negatif saling dilontarkan.
Yang satu merasa yang lain terlalu suci.
Yang satu merasa yang lain terlalu duniawi.
Tapi sebatas protes, komentar, bahkan kritik tak mendasar.
Memilih bersikap skeptis satu sama lain.
Berada di tengah bukan berarti menjadi pihak abu-abu.
Tapi mengikut salah satu pun tidak lantas membuatnya menjadi putih ataupun hitam.
Ingin melihat hati yang tulus. Yang mau membantu bukan malah membiarkan.
Apa indahnya melihat orang jatuh, sekalipun kita ada di atas?
Mana uluran tangan yang sudah dinikmati? Bukankah seharusnya kita menawarkannya pada orang lain?
Mana gambaran Tuhan yang harusnya terlihat itu?
Apakah ini tentang tingkatan? Apakah semuanya tentang rasa nyaman?
Apa nyamannya melihat bagian lain runtuh dan hancur begitu saja?
APAKAH AKU, KAMU, KITA, SUDAH LEBIH BAIK DARI MEREKA?
Dibantu, bukan dijauhi.
Ditolong, bukan direndahkan.
Diajak, bukan ditinggalkan.
Perhatian, bukan sikap skeptis.
Jangan jadikan doa sebagai senjata terakhir.
Pertolongan dari awal harus disertai doa.
Ayolah, melayani dengan dasar pelayanan, bukan pekerjaan.
Ajari aku. Kalau memang aku bersalah.
Marahi aku kalau memang aku salah.
Tapi sertakan jalan keluar.
buat aku, kita, dan mereka.
-Seseorang yang merindukan senyuman Tuhan
Lebih tinggi ataupun lebih baik dari yang lain, hanya karna yang dilakukan lebih sukses atau terlihat lebih mulia.
Menghindar dari ladang yang satu dan mendewakan ladang yang lain.
Seperti inikah seharusnya?
Belakangan mulai merasa banyak kemiripan di antara mereka.
Kesan negatif saling dilontarkan.
Yang satu merasa yang lain terlalu suci.
Yang satu merasa yang lain terlalu duniawi.
Tapi sebatas protes, komentar, bahkan kritik tak mendasar.
Memilih bersikap skeptis satu sama lain.
Berada di tengah bukan berarti menjadi pihak abu-abu.
Tapi mengikut salah satu pun tidak lantas membuatnya menjadi putih ataupun hitam.
Ingin melihat hati yang tulus. Yang mau membantu bukan malah membiarkan.
Apa indahnya melihat orang jatuh, sekalipun kita ada di atas?
Mana uluran tangan yang sudah dinikmati? Bukankah seharusnya kita menawarkannya pada orang lain?
Mana gambaran Tuhan yang harusnya terlihat itu?
Apakah ini tentang tingkatan? Apakah semuanya tentang rasa nyaman?
Apa nyamannya melihat bagian lain runtuh dan hancur begitu saja?
APAKAH AKU, KAMU, KITA, SUDAH LEBIH BAIK DARI MEREKA?
Dibantu, bukan dijauhi.
Ditolong, bukan direndahkan.
Diajak, bukan ditinggalkan.
Perhatian, bukan sikap skeptis.
Jangan jadikan doa sebagai senjata terakhir.
Pertolongan dari awal harus disertai doa.
Ayolah, melayani dengan dasar pelayanan, bukan pekerjaan.
Ajari aku. Kalau memang aku bersalah.
Marahi aku kalau memang aku salah.
Tapi sertakan jalan keluar.
buat aku, kita, dan mereka.
-Seseorang yang merindukan senyuman Tuhan
Selasa, 07 Oktober 2014
Menjelang subuh
Pagi ini ada kabar yang baik dan buruk sekaligus
Kabar buruknya, opung meninggal
dan kabar baiknya, opung meninggal
Haaaaf... Bingung, nangis aja susah..
Buruk, karna masih banyak hal yang mau gw lakuin sama opung.. Bahkan liat gw lulus aja belum..
Baik, karna udah 80tahun opung berjuang dan ga kenal lelah, suka duka sakit sehat semua dijalanin, sosok strong yang nyata buat gw, dan di akhir hayatnya, beliau meninggal dalam tidur tenangnya.
Sedih? pasti..
Seneng? Ada bagian diri gw yang bersyukur Tuhan udah ambil opung, karna di tengah sakitnya Tuhan memutuskan untuk mengambil opung. Dari Dia dan kembali pada Dia.
Ada sekilas pertanyaan yang.. hmm..
Pung, apa rasanya ketemu sama Tuhan? Seneng kan ya? Seindah apa sih surga itu? Apa rasanya di sana? Dan berbagai pertanyaan lain...
Hari ini peringatan buat fany,
Tuhan yang punya hidup kita, Tuhan yang pegang kendali, jadi kapan pun waktu berbahagia itu datang, kita harus siap :)
Good night everyone
Kabar buruknya, opung meninggal
dan kabar baiknya, opung meninggal
Haaaaf... Bingung, nangis aja susah..
Buruk, karna masih banyak hal yang mau gw lakuin sama opung.. Bahkan liat gw lulus aja belum..
Baik, karna udah 80tahun opung berjuang dan ga kenal lelah, suka duka sakit sehat semua dijalanin, sosok strong yang nyata buat gw, dan di akhir hayatnya, beliau meninggal dalam tidur tenangnya.
Sedih? pasti..
Seneng? Ada bagian diri gw yang bersyukur Tuhan udah ambil opung, karna di tengah sakitnya Tuhan memutuskan untuk mengambil opung. Dari Dia dan kembali pada Dia.
Ada sekilas pertanyaan yang.. hmm..
Pung, apa rasanya ketemu sama Tuhan? Seneng kan ya? Seindah apa sih surga itu? Apa rasanya di sana? Dan berbagai pertanyaan lain...
Hari ini peringatan buat fany,
Tuhan yang punya hidup kita, Tuhan yang pegang kendali, jadi kapan pun waktu berbahagia itu datang, kita harus siap :)
Good night everyone
Jumat, 01 Agustus 2014
Hum.. I have no idea for this blogpost...
Haduh, emang ya fan, paling jago nasehatin orang..
Semuanya membuncah sampe gw bingung apa yang pengen gw ketik. Huff..
Berkali-kali gw ngetik dan apus postingan ini tanpa tau apa yang mau gw publish. Sungguh ketijelan memuncak malam ini. Ada sesuatu yang masih misteri. Yang gw sendiri ga tau apa. Aneh, tapi rasanya mau tenggelam. Mau ilang. Mau misah.
Emang bisa fan?
Maunya naluri gw yang cuek muncul lagi.
Sayangnya, bertentangan sama hati gw yang sekarang.
Halah-_- sok banget lu fan...
Okesip. Night.
Maaf buat posting yang ga membangun ini.
Semuanya membuncah sampe gw bingung apa yang pengen gw ketik. Huff..
Berkali-kali gw ngetik dan apus postingan ini tanpa tau apa yang mau gw publish. Sungguh ketijelan memuncak malam ini. Ada sesuatu yang masih misteri. Yang gw sendiri ga tau apa. Aneh, tapi rasanya mau tenggelam. Mau ilang. Mau misah.
Emang bisa fan?
Maunya naluri gw yang cuek muncul lagi.
Sayangnya, bertentangan sama hati gw yang sekarang.
Halah-_- sok banget lu fan...
Okesip. Night.
Maaf buat posting yang ga membangun ini.
Senin, 21 Juli 2014
Setelah Pengumuman SIMAK
Rasanya nano-nano
"Maaf, anda belum lolos seleksi ini."
Terlalu banyak kata maaf, padahal udah gw maafin dari awal.. haha
Buat gw maaf-maaf itu lebih kerasa dibaca:
"Selamat! Anda dipilih untuk menjadi orang yang tegar dan taat."
"Selamat! Anda dipilih untuk terus ditempa."
"Selamat! Universitas lain menunggu anda."
"Selamat! Sukses anda sedang menunggu."
"Selamat! Ada orang lain yang lebih butuh ada di posisi itu." :)
Dan selamat-selamat lainnya...
Tapi satu hal yang gw sesali sampai sekarang, kenapa bikin mama papa senyum aja ga bisa?
Belum fan belum, ada saatnya melihat mereka tersenyum bangga.
Aku kuat karena Tuhan, mereka ada buat aku juga karena Tuhan.
Tuhan mengajariku untuk mengerti otoritas Tuhan dan rancangan damai sejahteraNya yang mungkin ga bisa dilihat manusia. Sukses yang seperti Tuhan mau pun belum tentu sama dengan apa yang manusia anggap sukses. Semoga, hari-hari kedepan bisa jadi orang yang semakin taat :)
Selamat malam :D
"Maaf, anda belum lolos seleksi ini."
Terlalu banyak kata maaf, padahal udah gw maafin dari awal.. haha
Buat gw maaf-maaf itu lebih kerasa dibaca:
"Selamat! Anda dipilih untuk menjadi orang yang tegar dan taat."
"Selamat! Anda dipilih untuk terus ditempa."
"Selamat! Universitas lain menunggu anda."
"Selamat! Sukses anda sedang menunggu."
"Selamat! Ada orang lain yang lebih butuh ada di posisi itu." :)
Dan selamat-selamat lainnya...
Tapi satu hal yang gw sesali sampai sekarang, kenapa bikin mama papa senyum aja ga bisa?
Belum fan belum, ada saatnya melihat mereka tersenyum bangga.
Aku kuat karena Tuhan, mereka ada buat aku juga karena Tuhan.
Tuhan mengajariku untuk mengerti otoritas Tuhan dan rancangan damai sejahteraNya yang mungkin ga bisa dilihat manusia. Sukses yang seperti Tuhan mau pun belum tentu sama dengan apa yang manusia anggap sukses. Semoga, hari-hari kedepan bisa jadi orang yang semakin taat :)
Selamat malam :D
Jumat, 18 Juli 2014
Lawanlah Godaan
Makin hari, makin jahat, makin cemar, dan makin menggiurkan di saat yang bersamaan.
Akhirnya, menikmati satu lagu yang terngiang-ngiang belakangan ini.
Akhirnya, menikmati satu lagu yang terngiang-ngiang belakangan ini.
Lawanlah godaan, s’lalu bertekun;
tiap kemenangan kau tambah teguh;
nafsu kejahatan harus kau tentang;
harap akan Yesus: pasti kau menang.
Refrein:
Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan;
Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang
Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan;
Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang
Selamat pagi, selamat beraktivitas :)
Langganan:
Komentar (Atom)