Belakangan ngerasa ada di lingkungan yang mungkin menurut mereka, mereka ada di atas.
Lebih tinggi ataupun lebih baik dari yang lain, hanya karna yang dilakukan lebih sukses atau terlihat lebih mulia.
Menghindar dari ladang yang satu dan mendewakan ladang yang lain.
Seperti inikah seharusnya?
Belakangan mulai merasa banyak kemiripan di antara mereka.
Kesan negatif saling dilontarkan.
Yang satu merasa yang lain terlalu suci.
Yang satu merasa yang lain terlalu duniawi.
Tapi sebatas protes, komentar, bahkan kritik tak mendasar.
Memilih bersikap skeptis satu sama lain.
Berada di tengah bukan berarti menjadi pihak abu-abu.
Tapi mengikut salah satu pun tidak lantas membuatnya menjadi putih ataupun hitam.
Ingin melihat hati yang tulus. Yang mau membantu bukan malah membiarkan.
Apa indahnya melihat orang jatuh, sekalipun kita ada di atas?
Mana uluran tangan yang sudah dinikmati? Bukankah seharusnya kita menawarkannya pada orang lain?
Mana gambaran Tuhan yang harusnya terlihat itu?
Apakah ini tentang tingkatan? Apakah semuanya tentang rasa nyaman?
Apa nyamannya melihat bagian lain runtuh dan hancur begitu saja?
APAKAH AKU, KAMU, KITA, SUDAH LEBIH BAIK DARI MEREKA?
Dibantu, bukan dijauhi.
Ditolong, bukan direndahkan.
Diajak, bukan ditinggalkan.
Perhatian, bukan sikap skeptis.
Jangan jadikan doa sebagai senjata terakhir.
Pertolongan dari awal harus disertai doa.
Ayolah, melayani dengan dasar pelayanan, bukan pekerjaan.
Ajari aku. Kalau memang aku bersalah.
Marahi aku kalau memang aku salah.
Tapi sertakan jalan keluar.
buat aku, kita, dan mereka.
-Seseorang yang merindukan senyuman Tuhan
Kamis, 06 November 2014
Selasa, 07 Oktober 2014
Menjelang subuh
Pagi ini ada kabar yang baik dan buruk sekaligus
Kabar buruknya, opung meninggal
dan kabar baiknya, opung meninggal
Haaaaf... Bingung, nangis aja susah..
Buruk, karna masih banyak hal yang mau gw lakuin sama opung.. Bahkan liat gw lulus aja belum..
Baik, karna udah 80tahun opung berjuang dan ga kenal lelah, suka duka sakit sehat semua dijalanin, sosok strong yang nyata buat gw, dan di akhir hayatnya, beliau meninggal dalam tidur tenangnya.
Sedih? pasti..
Seneng? Ada bagian diri gw yang bersyukur Tuhan udah ambil opung, karna di tengah sakitnya Tuhan memutuskan untuk mengambil opung. Dari Dia dan kembali pada Dia.
Ada sekilas pertanyaan yang.. hmm..
Pung, apa rasanya ketemu sama Tuhan? Seneng kan ya? Seindah apa sih surga itu? Apa rasanya di sana? Dan berbagai pertanyaan lain...
Hari ini peringatan buat fany,
Tuhan yang punya hidup kita, Tuhan yang pegang kendali, jadi kapan pun waktu berbahagia itu datang, kita harus siap :)
Good night everyone
Kabar buruknya, opung meninggal
dan kabar baiknya, opung meninggal
Haaaaf... Bingung, nangis aja susah..
Buruk, karna masih banyak hal yang mau gw lakuin sama opung.. Bahkan liat gw lulus aja belum..
Baik, karna udah 80tahun opung berjuang dan ga kenal lelah, suka duka sakit sehat semua dijalanin, sosok strong yang nyata buat gw, dan di akhir hayatnya, beliau meninggal dalam tidur tenangnya.
Sedih? pasti..
Seneng? Ada bagian diri gw yang bersyukur Tuhan udah ambil opung, karna di tengah sakitnya Tuhan memutuskan untuk mengambil opung. Dari Dia dan kembali pada Dia.
Ada sekilas pertanyaan yang.. hmm..
Pung, apa rasanya ketemu sama Tuhan? Seneng kan ya? Seindah apa sih surga itu? Apa rasanya di sana? Dan berbagai pertanyaan lain...
Hari ini peringatan buat fany,
Tuhan yang punya hidup kita, Tuhan yang pegang kendali, jadi kapan pun waktu berbahagia itu datang, kita harus siap :)
Good night everyone
Jumat, 01 Agustus 2014
Hum.. I have no idea for this blogpost...
Haduh, emang ya fan, paling jago nasehatin orang..
Semuanya membuncah sampe gw bingung apa yang pengen gw ketik. Huff..
Berkali-kali gw ngetik dan apus postingan ini tanpa tau apa yang mau gw publish. Sungguh ketijelan memuncak malam ini. Ada sesuatu yang masih misteri. Yang gw sendiri ga tau apa. Aneh, tapi rasanya mau tenggelam. Mau ilang. Mau misah.
Emang bisa fan?
Maunya naluri gw yang cuek muncul lagi.
Sayangnya, bertentangan sama hati gw yang sekarang.
Halah-_- sok banget lu fan...
Okesip. Night.
Maaf buat posting yang ga membangun ini.
Semuanya membuncah sampe gw bingung apa yang pengen gw ketik. Huff..
Berkali-kali gw ngetik dan apus postingan ini tanpa tau apa yang mau gw publish. Sungguh ketijelan memuncak malam ini. Ada sesuatu yang masih misteri. Yang gw sendiri ga tau apa. Aneh, tapi rasanya mau tenggelam. Mau ilang. Mau misah.
Emang bisa fan?
Maunya naluri gw yang cuek muncul lagi.
Sayangnya, bertentangan sama hati gw yang sekarang.
Halah-_- sok banget lu fan...
Okesip. Night.
Maaf buat posting yang ga membangun ini.
Senin, 21 Juli 2014
Setelah Pengumuman SIMAK
Rasanya nano-nano
"Maaf, anda belum lolos seleksi ini."
Terlalu banyak kata maaf, padahal udah gw maafin dari awal.. haha
Buat gw maaf-maaf itu lebih kerasa dibaca:
"Selamat! Anda dipilih untuk menjadi orang yang tegar dan taat."
"Selamat! Anda dipilih untuk terus ditempa."
"Selamat! Universitas lain menunggu anda."
"Selamat! Sukses anda sedang menunggu."
"Selamat! Ada orang lain yang lebih butuh ada di posisi itu." :)
Dan selamat-selamat lainnya...
Tapi satu hal yang gw sesali sampai sekarang, kenapa bikin mama papa senyum aja ga bisa?
Belum fan belum, ada saatnya melihat mereka tersenyum bangga.
Aku kuat karena Tuhan, mereka ada buat aku juga karena Tuhan.
Tuhan mengajariku untuk mengerti otoritas Tuhan dan rancangan damai sejahteraNya yang mungkin ga bisa dilihat manusia. Sukses yang seperti Tuhan mau pun belum tentu sama dengan apa yang manusia anggap sukses. Semoga, hari-hari kedepan bisa jadi orang yang semakin taat :)
Selamat malam :D
"Maaf, anda belum lolos seleksi ini."
Terlalu banyak kata maaf, padahal udah gw maafin dari awal.. haha
Buat gw maaf-maaf itu lebih kerasa dibaca:
"Selamat! Anda dipilih untuk menjadi orang yang tegar dan taat."
"Selamat! Anda dipilih untuk terus ditempa."
"Selamat! Universitas lain menunggu anda."
"Selamat! Sukses anda sedang menunggu."
"Selamat! Ada orang lain yang lebih butuh ada di posisi itu." :)
Dan selamat-selamat lainnya...
Tapi satu hal yang gw sesali sampai sekarang, kenapa bikin mama papa senyum aja ga bisa?
Belum fan belum, ada saatnya melihat mereka tersenyum bangga.
Aku kuat karena Tuhan, mereka ada buat aku juga karena Tuhan.
Tuhan mengajariku untuk mengerti otoritas Tuhan dan rancangan damai sejahteraNya yang mungkin ga bisa dilihat manusia. Sukses yang seperti Tuhan mau pun belum tentu sama dengan apa yang manusia anggap sukses. Semoga, hari-hari kedepan bisa jadi orang yang semakin taat :)
Selamat malam :D
Jumat, 18 Juli 2014
Lawanlah Godaan
Makin hari, makin jahat, makin cemar, dan makin menggiurkan di saat yang bersamaan.
Akhirnya, menikmati satu lagu yang terngiang-ngiang belakangan ini.
Akhirnya, menikmati satu lagu yang terngiang-ngiang belakangan ini.
Lawanlah godaan, s’lalu bertekun;
tiap kemenangan kau tambah teguh;
nafsu kejahatan harus kau tentang;
harap akan Yesus: pasti kau menang.
Refrein:
Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan;
Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang
Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan;
Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang
Selamat pagi, selamat beraktivitas :)
Rabu, 16 Juli 2014
Hampir akhir dari penantian
OKE FIX OKE FIX gw jadi anak gahul jakarta... Wkwkwk..
Kirain ga bakal senyesek ini, mayan lah ya, skitar 7-8 tetes air mata.. Tapi inget lagi kalo otoritas ada di tangan Tuhan yang ga pernah salah dan rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan.. Bersyukur banget masih bisa inget Tuhan di saat-saat kaya gini, ga bikin ngedown.. hoho...
Btw, almamater atmajaya udah di tangan~
Tinggal nunggu hasil SIMAK dan penantian pun akan berakhir!! Wohooo~
Oiya, selamat buat teman-teman semua yang lolos SBMPTN ya, yang belum jangan sedih, sukses banyak jalurnya ko. Asal tekun dan punya visi yang jelas, ga perlu ada yang disesalin, karna ga lolos bukan berarti gagal, bisa aja itu awal keberhasilan kita. Semangat!!!
God Bless Us...
Kirain ga bakal senyesek ini, mayan lah ya, skitar 7-8 tetes air mata.. Tapi inget lagi kalo otoritas ada di tangan Tuhan yang ga pernah salah dan rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan.. Bersyukur banget masih bisa inget Tuhan di saat-saat kaya gini, ga bikin ngedown.. hoho...
Btw, almamater atmajaya udah di tangan~
Tinggal nunggu hasil SIMAK dan penantian pun akan berakhir!! Wohooo~
Oiya, selamat buat teman-teman semua yang lolos SBMPTN ya, yang belum jangan sedih, sukses banyak jalurnya ko. Asal tekun dan punya visi yang jelas, ga perlu ada yang disesalin, karna ga lolos bukan berarti gagal, bisa aja itu awal keberhasilan kita. Semangat!!!
God Bless Us...
Minggu, 08 Juni 2014
Tuhan, Aku, dan Alam Semesta
Pernah ngerasa kecil banget ga? Gw sih jujur aja nih ya, selalu merasa besar (?) hahaha...
Ngerasa besar secara fisik dan sempet juga ngerasa besar secara psikis. Semoga ga lagi deh, karna gw baru sadar alam raya ini besar dan luas banget. Kalo gw dibandingin sama dunia, udah kaya bakteri dibandingin sama gunung *tratakdumtes*
Nah, itu tuh ya, cari titik putih paling kecil, bener-bener yang paling kecil, dan sayangnya itu bukan gw, itu masih benda yang beribu-ribu bahkan berjuta-juta kali lebih besar dari gw. Dan sekarang, ge merasa sangat kecil. kecil banget banget banget.
Pernah ga kepikiran pertanyaan macam ini?
"Kenapa sih Tuhan mau menganggap keberadaan manusia yang ibarat kata setitik dibanding segunung hal lain?"
Hem... Gw sempet mikir gitu dan baru aja gw baca buku yang bisa ngejawab pertanyaan itu.
Pertamanya, gw diajak menghayati tujuan hidup manusia. Menurut alkitab, tujuan gw hidup adalah untuk memuliakan Tuhan. Jadi, Tuhan nyiptain gw buat kemuliaanNya. Tuhan egois? Tetot-_- salah besar. Setelah gw baca buku "It's not about me" dari Max Lucado, Gw tau bahwa ternyata tujuan gw memuliakan Tuhan pun supaya orang-orang di luar sana bisa mengenal Dia dan selamat di dalam Dia. Dan lagipula, bukankah sebuah kehormatan bisa jadi hamba Tuhan yang Maha Kasih kalo inget kita yang hina dan penuh dosa.
Terus gw diingetin kalo Tuhan yang nyiptain sejagat raya ini. Dan gw hanya salah satunya. Hmm, gimana ya? Tuhan bisa bikin dunia seluas ini terus kenapa masih tertarik sama manusia? Apa deh arti manusia kaya gw dibanding dunia yang sebesar ini?
Nah, dari sini gw diajak ubah cara pandang. Sekarang coba liat langit yang luas itu. Bayangin sebanyak apa benda-benda di atas sana. Bayangin seindah apa dan seagung apa ciptaan itu. Dan imani bahwa Penciptanya jauh lebih agung dan lebih indah. Iya ga sih? Kalo ciptaannya aja sekeren itu, apalagi Penciptanya.....
So, jagat raya ini diciptakan bukan untuk meniadakan keberadaan manusia. Bukan buat bikin manusia putus asa karna ngerasa kecil. Tapi buat menyatakan agungnya Tuhan. Menyatakan betapa mulianya Bapa kita.
Sama halnya dengan alam ini, manusia juga seharusnya memuliakan Tuhan dalam setiap aspek hidupnya. Karna Tuhanlah yang memahkotai manusia dengan kemuliaan dan memberi kita kuasa atas ciptaanNya yang lain.
Mazmur 8 : 4-7
4 Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:
5 apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
6 Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
7 Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:
Pada dasarnya, Tuhan yang memilih kita. Mungkin kadang kita bingung "Why have You choosen me?"
Tapi percaya deh, saat kita ga ngerti apa mau Tuhan, berimanlah bahwa aku dan kamu sedang dipakai untuk rencananya yang ajaib, untuk pemulihan, baik untuk hidupmu ataupun hidup orang lain.
Sekian dan salam hangat penuh kasih :)
Ngerasa besar secara fisik dan sempet juga ngerasa besar secara psikis. Semoga ga lagi deh, karna gw baru sadar alam raya ini besar dan luas banget. Kalo gw dibandingin sama dunia, udah kaya bakteri dibandingin sama gunung *tratakdumtes*
![]() |
| galaksi bimasakti (CMIIW) |
Pernah ga kepikiran pertanyaan macam ini?
"Kenapa sih Tuhan mau menganggap keberadaan manusia yang ibarat kata setitik dibanding segunung hal lain?"
Hem... Gw sempet mikir gitu dan baru aja gw baca buku yang bisa ngejawab pertanyaan itu.
Pertamanya, gw diajak menghayati tujuan hidup manusia. Menurut alkitab, tujuan gw hidup adalah untuk memuliakan Tuhan. Jadi, Tuhan nyiptain gw buat kemuliaanNya. Tuhan egois? Tetot-_- salah besar. Setelah gw baca buku "It's not about me" dari Max Lucado, Gw tau bahwa ternyata tujuan gw memuliakan Tuhan pun supaya orang-orang di luar sana bisa mengenal Dia dan selamat di dalam Dia. Dan lagipula, bukankah sebuah kehormatan bisa jadi hamba Tuhan yang Maha Kasih kalo inget kita yang hina dan penuh dosa.
Terus gw diingetin kalo Tuhan yang nyiptain sejagat raya ini. Dan gw hanya salah satunya. Hmm, gimana ya? Tuhan bisa bikin dunia seluas ini terus kenapa masih tertarik sama manusia? Apa deh arti manusia kaya gw dibanding dunia yang sebesar ini?
Nah, dari sini gw diajak ubah cara pandang. Sekarang coba liat langit yang luas itu. Bayangin sebanyak apa benda-benda di atas sana. Bayangin seindah apa dan seagung apa ciptaan itu. Dan imani bahwa Penciptanya jauh lebih agung dan lebih indah. Iya ga sih? Kalo ciptaannya aja sekeren itu, apalagi Penciptanya.....
So, jagat raya ini diciptakan bukan untuk meniadakan keberadaan manusia. Bukan buat bikin manusia putus asa karna ngerasa kecil. Tapi buat menyatakan agungnya Tuhan. Menyatakan betapa mulianya Bapa kita.
Sama halnya dengan alam ini, manusia juga seharusnya memuliakan Tuhan dalam setiap aspek hidupnya. Karna Tuhanlah yang memahkotai manusia dengan kemuliaan dan memberi kita kuasa atas ciptaanNya yang lain.
Mazmur 8 : 4-7
4 Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:
5 apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
6 Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
7 Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:
Pada dasarnya, Tuhan yang memilih kita. Mungkin kadang kita bingung "Why have You choosen me?"
Tapi percaya deh, saat kita ga ngerti apa mau Tuhan, berimanlah bahwa aku dan kamu sedang dipakai untuk rencananya yang ajaib, untuk pemulihan, baik untuk hidupmu ataupun hidup orang lain.
Sekian dan salam hangat penuh kasih :)
Langganan:
Komentar (Atom)
