Hari ini, hape penuh dengan teman-teman Astrajingga..
Masih dengan profesi yang sama, sebagai silent reader gw belajar beberapa hal..
Astrajingga kelas terakhir gw di Smansa. Astrajingga menyalakan salah satu mesin yang udah lama ga kepake di hati gw. apasih fan? -_- Ya gitu, gw liat mereka semua bener-bener mau ngerangkul seseorang yang bahkan bisa dibilang ga mau dirangkul. Gw seneng, mereka tulus. Ga neko-neko. Ada aksinya dan ga ngomong doang. Mungkin di bidang prestasi kita belom sampe puncak. Tapi gw yakin, ilmu yang cuma pake otak cuma bisa ngehasilin duit. Bahagia itu pekerjaan hati.
Iya yang anak ipa pasti bilang kalo hati itu dibikin kerja sama otak. Tapi jangan lupa, saat manusia sakit hati, mau gimana juga kerja otak ga akan mulus.
Gw ga bilang kelas-kelas yang lain atau kelas yang dulu itu ga baik. Engga ko, cuma seneng aja sama hape yang geter-geter kaya hati gw baca chatnya. hehehehe...
Gw belajar bersyukur lagi. Makasih Astrajingga, walaupun gw jarang ikut event kita.. Walaupun gw sering misah.. Tapi gw selalu seneng sama kelas gw.. Sampai kapanpun :)
Buat astrajingga...
Detik waktu yang berlalu
Seperti pasir di tabung kaca
Perlahan..
Namun terkadang banyak yang terbuang
Sedikit lagi
Masih ada kesempatan
melukis dan mewarnai bersama
Lembaran baru akan segera terbuka
polos atau meriah
penuh atau kosong
itu pilihan
Tapi yang lama dan berwarna takkan pernah hilang
Yang di hati akan menamainya kenangan
Tidakkan aku lupa, Astrajingga
Bahkan langitpun akan mengingatkanku padanya
*jeng-jeng-jeng* selesai~
apasih fan?-_-
Udah ya, udah malem, ngantuk...
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Januari 2014
Selasa, 29 Januari 2013
lagi-lagi pohon
Pohon yang nyaman
Memberi keteduhan
di tengah sayatan panas matahari
Memberi sandaran
bagi langkah yang menepi
Menawarkan tempat
untuk tiap sayap yang letih
Tapi pohon itu...
Tidak selamanya nyaman..
Bahkan sarang yang terpaut
Hilang dihembus angin
Tapi satu hal yang pasti...
Pohon yang kembali nyaman..
Akan kehilangan kejenuhannya..
dan mendapatkan penghuninya kembali..
*kembalitijel*
Memberi keteduhan
di tengah sayatan panas matahari
Memberi sandaran
bagi langkah yang menepi
Menawarkan tempat
untuk tiap sayap yang letih
Tapi pohon itu...
Tidak selamanya nyaman..
Bahkan sarang yang terpaut
Hilang dihembus angin
Tapi satu hal yang pasti...
Pohon yang kembali nyaman..
Akan kehilangan kejenuhannya..
dan mendapatkan penghuninya kembali..
*kembalitijel*
Jumat, 25 Januari 2013
Pohon yang Kulihat Itu
Pohon itu melambai
Pohon itu begitu kuat
Akar menancap jauh ke dasar bumi
Pucuk menjulang membelah awan
Daun yang rindang melindungi pegunungan
Dia pohon..
Pohon yang menopang beribu-ribu sarang burung
Pohon yang ditinggali sekelompok tupai
Pohon yang berdiam, pohon yag menyaksikan
Pohon itu tak pernah meminta angin mengganggunya
Pohon itu tak meminta api melahapnya
pohon itu tak meminta daging berjalan menebanginya
Pohon itu tetap kuat..
Sekalipun daun jenuh dan meninggalkannya
Sekalipun dahan hitam kelam
Sekalipun akar tak mampu menopang..
Pohon itu berusaha..
Pohon itu mencoba..
Ia tak menangis..
Ia tegar..
Pohon itu butuh mentari
Tapi ia butuh hujan di saat yang sama
Jangan paksa ia untuk memilih...
Karena hidup dan matinya bergantung pada cuaca..
*ini puisi tertijel yang pernah gw dapet*
Pohon itu begitu kuat
Akar menancap jauh ke dasar bumi
Pucuk menjulang membelah awan
Daun yang rindang melindungi pegunungan
Dia pohon..
Pohon yang menopang beribu-ribu sarang burung
Pohon yang ditinggali sekelompok tupai
Pohon yang berdiam, pohon yag menyaksikan
Pohon itu tak pernah meminta angin mengganggunya
Pohon itu tak meminta api melahapnya
pohon itu tak meminta daging berjalan menebanginya
Pohon itu tetap kuat..
Sekalipun daun jenuh dan meninggalkannya
Sekalipun dahan hitam kelam
Sekalipun akar tak mampu menopang..
Pohon itu berusaha..
Pohon itu mencoba..
Ia tak menangis..
Ia tegar..
Pohon itu butuh mentari
Tapi ia butuh hujan di saat yang sama
Jangan paksa ia untuk memilih...
Karena hidup dan matinya bergantung pada cuaca..
*ini puisi tertijel yang pernah gw dapet*
Selasa, 22 Januari 2013
puisi untuk emerald
Kadang, terlalu malam untuk mengetuk pintu
Kadang, terlalu pagi untuk membuka jendela
Waktu, tak pernah menunggu
Waktu, bergulir di antara bumi dan mars
Tak ada gravitasi yang mampu mengikatnya
berlari bukanlah jawaban
termenung tak akan pernah cukup
Bahkan saat matahari mengobarkan sinarnya
Hati tetap beku
Tak mampu mencerna
Kadang, terlalu pagi untuk membuka jendela
Waktu, tak pernah menunggu
Waktu, bergulir di antara bumi dan mars
Tak ada gravitasi yang mampu mengikatnya
berlari bukanlah jawaban
termenung tak akan pernah cukup
Bahkan saat matahari mengobarkan sinarnya
Hati tetap beku
Tak mampu mencerna
Kamis, 20 September 2012
Berdiri Terdiam
Berdiri dan terdiam.
Menatap sebuah sosok yang terlalu lemah
Berdiri. Terdiam
Mencoba mengenal sosok asing di dapan mata
Mencoba mencari tahu mengapa ia terlihat begitu hancur
Berdiri.... Terdiam....
Menghayati tiap-tiap tetes air mata
Menerawang jauh arti di balik senyumannya
Kembali berdiri dan terdiam
Menelaah sebuah pelarian
Memungkiri semua kemungkinan
Menciptakan kenyataan baru
Dan kembali terpaku pada realita
Bahwa itu aku
Menatap sebuah sosok yang terlalu lemah
Berdiri. Terdiam
Mencoba mengenal sosok asing di dapan mata
Mencoba mencari tahu mengapa ia terlihat begitu hancur
Berdiri.... Terdiam....
Menghayati tiap-tiap tetes air mata
Menerawang jauh arti di balik senyumannya
Kembali berdiri dan terdiam
Menelaah sebuah pelarian
Memungkiri semua kemungkinan
Menciptakan kenyataan baru
Dan kembali terpaku pada realita
Bahwa itu aku
Minggu, 16 September 2012
Bayangan Sempurna
Sebenernya ini puisi udah lama dibikinnya..
Tapi gw ga yakin ini puisi ._. wkwkwk...
Yasudah... Baca saja :)
Tapi gw ga yakin ini puisi ._. wkwkwk...
Yasudah... Baca saja :)
Bayangan Sempurna
Sejuk menyapa ketika bayangan sempurna itu datang kembali
Menyapa hati yang telah lama layu
Menghidupkan kembali satu per satu roh yang telah mati
Senyuman yang telah terlupakan
Semangat yang dulu menjadi terang
Hadir kembali dalam satu bayangan
Ketika bayang itu datang
Hatiku berdesir hebat
Namun...
Kesempurnaan itu
Tetaplah sebuah bayangan
oleh: fanny 22/07/2012
Gw bahkan ga tau ini puisi dibuat di momen apa-_- wkwk..
-nite-
Jumat, 23 Maret 2012
Kerawang Bekasi w/ xevenovica
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami 2x
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
Melody by: M Danang
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami 2x
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
Melody by: M Danang
Kamis, 15 Maret 2012
Segenggam Cinta untuk Xevenovica
Awalnya...
sepi.
Tak ada tawa
hanya...
Senyap.
Lalu...
Hari demi hari
Bergulir.
xvnvc
satu per satu
muncul ke permukaan
Kita...
Saling terikat
Saling mengenal
Membuat kenangan
abadi.
Tertawa
Menangis
Gombal
Berteriak
Dan melupakan
Perpisahan.
Sebentar lagi teman
Sebentar lagi...
Bagaikan angin yang tetap berhembus
Air yang tetap mengalir
Begitu pun waktu
yang tetap berjalan
Suatu hari nanti
pasti akan berakhir
Kebersamaan xvnvc
di Smansa35
Tapi...
Kenangan itu
Kebersamaan itu
xvnvc itu
Abadi.
Karena cinta untuk xvnvc
adalah selamanya ♥
sepi.
Tak ada tawa
hanya...
Senyap.
Lalu...
Hari demi hari
Bergulir.
xvnvc
satu per satu
muncul ke permukaan
Kita...
Saling terikat
Saling mengenal
Membuat kenangan
abadi.
Tertawa
Menangis
Gombal
Berteriak
Dan melupakan
Perpisahan.
Sebentar lagi teman
Sebentar lagi...
Bagaikan angin yang tetap berhembus
Air yang tetap mengalir
Begitu pun waktu
yang tetap berjalan
Suatu hari nanti
pasti akan berakhir
Kebersamaan xvnvc
di Smansa35
Tapi...
Kenangan itu
Kebersamaan itu
xvnvc itu
Abadi.
Karena cinta untuk xvnvc
adalah selamanya ♥
Langganan:
Komentar (Atom)